Pengiriman Jejak Nabi Palsu

Assalamu’alaykum Wr. Wb.,
Alhamdulillah, akhirnya pagi ini (05/02/2008) semua kiriman pada para sahabat Iqra yang telah memesan dan mentransfer uang untuk buku “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq” berhasil dilakukan.
Jejak Nabi Palsu
Hanya saja, sesuai informasi yang saya terima dari pihak cargo, mungkin akan ada keterlambatan dalam proses penyampaiannya kepada rekan-rekan khususnya yang berdomisili di Jakarta akibat tumpukan barang dibandara Soekarno-Hatta pasca kejadian banjir besar beberapa waktu yang lalu.
Dengan demikian, saya harapkan kesabaran dari rekan-rekan semua.
Selanjutnya saya minta maaf juga bahwa khusus untuk buku Jejak Nabi Palsu, sementara ini saya belum dapat menerima dulu pesanan secara langsung sehubungan situasi dan kondisi serta keterbatasan waktu yang ada pada saya. Sehingga diharapkan agar jangan ada yang melakukan proses transfer uang dalam jumlah berapapun kerekening saya di Mandiri.
Buku Jejak Nabi Palsu sendiri seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bisa dibeli secara bebas diberbagai toko buku tanah air tanpa terkecuali.
Ini akan lebih memudahkan anda dalam proses mendapatkannya.
Disisi lain, untuk buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus” sayapun masih memberlakukan hal yang sama dengan Jejak Nabi Palsu. Artinya saya belum akan membuka proses pemesanan buku itu secara langsung kesaya sampai saat ini.
InsyaAllah, saya sudah melakukan pembicaraan dan kesepakatan dengan penerbit Restu Agung dalam hal pendistribusian kepara sahabat di Milis_Iqra maupun pasar Palembang dan Medan yang InsyaAllah akan saya ambil alih.
Sesudah buku tersebut ada pada saya, baru saya akan informasikan lagi secara terbuka dimilis_Iqra maupun diblog saya.
Atas perhatian anda semua saya ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.,
Armansyah
www.penulis-indonesia.com/armansyah

2 Tanggapan to “Pengiriman Jejak Nabi Palsu”

  1. sudaryanto Says:

    saya belum baca nabi palsu. tetapi nabi itu yang mengangkat dan menutup sudah pasti hak Allah swt.nabi Yusuf juga dianggap sebagai nabi/rasul terakhir oleh umatnya [Al Mukmin (40): 34]. lalu bagaimana kedudukan nabi-nabi Musa, Isa dan bahkan nabi Muhammad SAW junjungan kita? kata teman, Sifat Tuhan kan abadi jadi jika duu bisa mengutus (setan mauoun para nabi dan rasul), maka tentunya sampai sekarangpun juga bisa. Masak sifat Tuhan dapat berkurang dan cuma dapat mengutus setan saja? Makanya sekarang banyak Tuhan yang suka makan makanan dan berkaki dua lalu azab yang turun karena banyak orang yang sudah ingkar kepada Quran [Al A’raf (7):36-37]. Apa yang harus dijawab jika anda seperti saya diminta penjelasan oleh teman setelah sama-sama membaca ayat-ayat 7:35/ 44:5-6/ 25:51/ 11:17/ 85:3 serta 2:177+ 285 (yang menunjukkan jamaknya para nabi dan rasul tanpa batas?). Rasul itu dapat diangkat dari malaikat dan manusia (22:75) sehingga tidak semua rasul itu nabi.,Tolong saya beri uraian berdasar Al Quran bukan berdasar pendapat orang/tokoh selain Tuhan (7:3) agar saya dapat menjelaskan kepada teman yang sedang tanya saya. Semua harus mencari informasi dari sumber asli (49:6/ 17:36) karena mustahilita akan membeli yamaha tetapi cari infonya ke Honda. Terima kasih

  2. Arman Says:

    Alhamdulillah, seluruh pertanyaan anda diatas sudah saya jawab dibuku “Jejak Nabi Palsu”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: